Imam Hasanuddin (Contac Person +62823 - 3132 - 0823

My photo
lumajang, lumajang/jawa timur, Indonesia
STIE WIDYAGAMA LUMAJANG

Tuesday, 14 July 2020

Pengertian Database Manajemen system ( BDMS )


·         Pengertian Database Manajemen system ( BDMS )
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
Database Manajemen system merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi serta memastikan bahwa sumber data perusahaan mencerminkan secara akurat sistem fisik yang diwakili. Sumber daya data disimpan dalam penyimpanan sekunder, yang dapat mengambil bentuk berurutan (sequential) atau akses langsung (direct access). Pita magnetik merupakan medium peyimpanan berurutan yang paling populer dan piringan magnetik merupakan cara utama mencapai akses langsung. Sebelum era database, perusahaan mengalami keterbatasan dalam manajemen data perusahaan karena cara pengaturan data di penyimpanan sekunder.
Berikut ini disajikan tabel beberapa DBMS yang terkenal.
DBMS
Perusahaan
Access
Microsoft Corporation
DB2
IBM
Informix
IBM
Ingress
Computer Associate
mySQL
The MySQL Company
Oracle
Oracle Corporation
Postgres SQL
Postgres
Sybase
Sybase Inc.
Visual dBase
Borland
Visual FoxPro
FoxPro Corporation
Perlu ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya tetap menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya berbasis objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software seperti ini biasanya disebut sebagai Object Oriented Relational DataBase Management System (OORDBMS), misalnya Visual dBase.
·         Keuntungan dan Kerugian DBMS
ü  Keuntungan DBMS
DBMS memungkinkan perusahaan mapun pengguna individu untuk :
  1. Mengurangi pengulangan data
Apabila dibandingkan dengan file-file computer yang disimpan terpisah di setiap aplikasi computer, DBMS mengurangi jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam satu file.
  1. Mencapai independensi data
Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa memengaruhi program yang mengakses data.
  1. Mengintegrasikan data beberapa file
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi tidak harus tercermin pada media penyimpanan fisik.
  1. Mengambil data dan informasi dengan cepat
Hubungan-hubunga logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
  1. Mengingkatkan keamanan.
DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.


ü  Kerugian DBMS
Keputusan menggunakan DBMS mengikat perusahaan atau menggunakan untuk :
  1. Memperoleh perangkat lunak yang mahal
DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.
  1. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan dan memori lebih besar daripada program aplikasi lain.
  1. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA).

·         Sistem Database dan Masa Depan Akuntansi
            Sistem database dapat sangat mempengaruhi sifat dasar akuntansi. Contohnya sistem database dapat mengarah pada ditinggalkannya model akuntansi pembukuan berpasangan (doble entry). Alasan dasar sistem pembukuan berpasangan adalah pengulangan pencatatan jumlah suatu transaksi sebanyak dua kali, yang berfungsi sebagai alat pemeriksa proses data yang akurat. Setiap transaksi menghasilkan masukan debit dan kredit yang sama besar, kemudian persamaan debit dan kredit yang sama besar, kemudian persamaan debit dan kredit diperiksa lagi dan lagi dengan berbagai cara, dalam suatu proses akuntansi. Akan tetapi, pengulangan data berlawanan dengan konsep database. Apabila jumlah yang berhubungan dengan sebuah transaksi dimasukkan ke dalam sistem database dengan benar, maka jumlah tersebut hanya perlu disimpan sekali saja, bukan dua kali. Proses data terkomputerisasi sudah cukup akurat tanpa harus mempergunakan sistem pemeriksaan dan pemeriksaan ulang, yang merupakan ciri khas dari model akuntansi pembukuan berpasangan.
Sistem database juga memiliki potensi untuk mengubah sifat pelaporan eksternal secara signifikan. Pengaruh sistem database yang paling signifikan mungkin dalam hal cara informasi akuntansi akan dipergunakan dalam pengambilan keputusan. Kesulitan merumuskan permintaan khusus dalam sistem akuntansi berdasarkan pendekatan file atau sistem DBMS yang tidak rasional, membuat akuntan bertindak seolah-olah sebagai penjaga gerbang informasi. Informasi keuangan tersedia hanya dalam format yang belum tetap dan dalam waktu tertentu saja. Akan tetapi, database rasional menyediakan bahasa permintaan yang luas dan mudah dipergunakan. Jadi para manajer tidak perlu lagi terhalang dengan berbagai detail prosedur mengenai cara mendapatkan informasi. Sebagai gantinya, mereka dapat berkonsentrasi hanya untuk menspesifikasikan informasi apa yang mereka inginkan. Hasilnya, laporan keuangan dapat dengan mudah dipersiapkan untuk mencakup periode waktu manapun yang ingin dipelajari oleh para manajer, bukan hanya dalam periode yang secara tradisional dipergunakan oleh para akuntan.
DBMS relasional juga dapat mengakomodasi berbagai pandangan atas suatu fenomena yang sama. Sebagai contoh, tabel-tabel yang menyimpan informasi mengenai aset dapat berisi kolom-kolom yang bukan hanya berdasarkan biaya historis, tetapi juga biaya pergantian dan nilai pasar. Jadi para manajer tidak lagi dipaksa melihat data dalam cara yang telah ditetapkan oleh para akuntan.
Terakhir, DBMS relasional menyediakan kemampuan untuk mengintegrasikan data keuangan dan operasional. Sebagai contoh data mengenai kepuasan pelanggan yang dikumpulkan melalui survey atau wawancara, dapat disimpan di dalam tabel yang sama yang juga dipergunakan untuk menyimpan informasi mengenai saldo saat ini dan batas kredit. Jadi, manajer akan memiliki akses ke serangkaian data yang lebih luas untuk membuat keputusan taktis dan strategis.
Melalui cara-cara ini, DBMS relasional memiliki potensi untuk meningkatkan penggunaan dan nilai informasi akuntansi dalam membuat keputusan yang taktis dan strategis untuk menjalankan perusahaan. Akan tetapi, para akuntan harus memiliki pengetahuan lebih banyak mengenai sistem database agar mereka dapat berpartisipasi dalam mendesain sistem informasi akuntansi di masa mendatang. 


TUGAS KELOMPOK UNTUK DI DISKUSIKAN
1.      Bahasa query DBMS relasional memberikan akses informasi mengenai aktivitas organisasi. Apakah ini berarti pemrosesan secara online, real time sebaiknya digunakan untuk semua transaksi? Apakah organisasi perlu laporan keuangan real time ? mengapa / mengapa tidak?
Pendapat dari anggota kelompok :
Apakah ini berarti pemrosesan secara online, real time sebaiknya digunakan untuk semua transaksi?
Pemrosesan transaksi tidak semuanya harus dilakukan secara online dan real time karena setiap transaksi ynag dilakukan oleh perusahaan atau organisasi di pengaruhi oleh beberapa keputusan dan ditentukan oleh kepentingan, seberapa penting laporan dilakukan secara online dan real time.
Apakah organisasi perlu laporan keuangan real time ? mengapa / mengapa tidak?
Sangat perlu, karaena laporan keuangan yang dilakukan real time atau tepat waktu mempunyai keuntungan seperti :
·         Lebih mudah dan akurat memantau kondisi keuangan dan operasional bisnis anda
·         Bisa membuat perkiraan atau proyeksi keuangan Anda baik jangka pendek maupun jangka panjang.
·         Kebutuhan pajak dan kredit.
·         Dapat menciptakan disiplin kerja pada setiap bagian keuangan.






2.      Beberapa orang percaya teknologi database dapat mengeliminasi kebutuhan akuntansi pencatatan ganda. Hal tersebut memunculkan 3 kemungkinan :
1.      Model pencatatan ganda akan ditinggalkan.
2.      Model pencatatan ganda tidak akan digunakan secara langsung  tetapi skema level eksternal yang berbasis pada model pencatatan ganda akan ditentukan untuk penggunaan akuntan.
3.      Model pencatatan ganda akan ada dalam sistem database.
Alternatif mana yang anda pikir akan paling mungkin terjadi? Mengapa ?
Pendapat dari kelompok:
Yang akan mungkin terjadi adalah model pencatatan ganda akan ada dalam sistem database karena Alasan dasar sistem pembukuan berpasangan adalah pengulangan pencatatan jumlah suatu transaksi sebanyak dua kali, yang berfungsi sebagai alat pemeriksa proses data yang akurat. Setiap transaksi menghasilkan masukan debit dan kredit yang sama besar, kemudian persamaan debit dan kredit yang sama besar, kemudian persamaan debit dan kredit diperiksa lagi dan lagi dengan berbagai cara, dalam suatu proses akuntansi akan tetapi pengulangan data berlawanan dengan konsep database. Apabila jumlah yang berhubungan dengan sebuah transaksi dimasukkan ke dalam sistem database dengan benar, maka jumlah tersebut hanya perlu disimpan sekali saja, bukan dua kali. Proses data terkomputerisasi sudah cukup akurat tanpa harus mempergunakan sistem pemeriksaan dan pemeriksaan ulang, yang merupakan ciri khas dari model akuntansi pembukuan berpasangan.



 Itulah sedikit ulasan tentang makalah tersebut.
untuk lebih jelasnya bisa kalian download dengan format DOC.DISINI!!

Trimakasih wasalamualaikum Wr.Wb.




Pembelian Persediaan, penjualan persediaan, penggajian karyawan SIA


DISKUSI KELOMPOK KAMI
Jelaskan secara mendetail jejak audit untuk hal berikut ini :
A.    Pembelian Persediaan
B.     Penjualan Persediaan
C.    Penggajian Karyawan

PEMBAHASAN

A.    Pembelian Persediaan

Berbagai proses ini dijelaskan dalam tahap berikut ini :


Berbagai proses ini dijelaskan dalam tahap berikut ini :
1.      Fungsi pembelian dimulai dengan mengenali kebutuhan untuk menambah persediaan kembali melalui observasi catatan persediaan. Tingkat persediaan turun karena penjualan langsung ke pelanggan (aktivitas siklus pendapatan) atau transfer ke proses manufaktur (aktifitas siklus konversi). Informasi kebutuhan persediaan dikirim ke proses pembelian dan utang usaha.
2.      Proses pembelian menentukan jumlah yang akan dipesan, memilih memasok, dan membuat pesanan pembelian, Informasi tersebut dikirimkan ke pemasok dan proses utang usaha.
3.      Setelah beberapa waktu, perusahaan akan menerima barang persediaan dari pemasok. Barang yang diterima akan diperiksa kualitas dan jumlahnya serta dikirim ke toko atau gudang.
4.      informasi mengenai penurunan barang digunakan untuk memperbarui catatan persediaan.
5.      Proses utang usaha menerima faktur dari pemasok. Utang usaha akan merekonsiliasinya dengan informasi lain yang telah dikumpulkan untuk transaksi tersebut dan catatan kewajiban untuk membayar di masa mendatang, tergantung dari syarat perdagangan dengan pemasok. Biasanya pembayaran akan dilakukan paling tidak hari terakhir yang diisyaratkan untuk mendapatkan keuntungan penuh dari bunga yang dihasilkan dari diskon yang ditawarkan.
6.      Buku besar menerima informasi ringkasan dari utang usaha (kenaikan total dalam kewajiban) dan pengendali persediaan (kenaikan total dalam persediaan). Informasi ini direkonsiliasi akurasinya dan dicatat ke akan utang usaha serta akun pengendali persediaan.

Pengendalian Otorisasi Pemebelian
Otorisasi pemebelian sesungguhnya terjadi dalam siklus pendapatan ketika barang dijual ke pelanggan. Pada saat itu, sistem membandingkan jumlah barang di gudang dengan titik pemesanan ulang, untuk menentukan apakah perlu memesan persediaan.
Menguji Pengendalian Otorisasi Pembelian
Karena permintaan pembelian dibuat secara internal, maka permintaan pembelian seharusnya bebas dari kesalahan administrasi dan tidak membutuhkan validasi. Akan tetapi, kesalahan logika komputer dalam prosedur ini dapat menyebabkan hal yang buruk bagi operasional dan keuangan perusahaan yang mungkin tidak terdeteksi. Ada 2 poin penting yang harus diperhatikan uditor, auditor harus memverifikasi jumlah pesanan yang benar digunakan ketika permintaan pembelian dibuat. Kedua, auditor hrus memverifikasi bahwa record persediaan ditandai dengan “sedang dipesan” ketika permintaan pembelian pertama kali dibuat.


A.    Penjualan Persediaan
Audit persediaan di perusahaan dagang mampu memberikan manfaat yang begitu besar bagi perusahaan untuk mengurangi resiko terjadinya selisih, kehilangan, mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan memastikan bahwa prosedur telah dilakukan dengan baik. Diperlukan pengelolahan dan pemeriksaan yang memadai terhadap persediaan barang dagang, agar kita tetap bisa bersaing di tengah kompetisi yang hebat
Audit Persediaan mempunyai tujuan sebagai berikut :
  1. Menilai kewajaran atas persediaan.
  2. Memeriksa ada tidaknya internal control yang cukup baik atas persediaan.
  3. Memeriksa persediaan yang tercantum di neraca betul- betul ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca.
  4. Memeriksa kesesuaian antara metode penilaian persediaan (valuation) dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan.
  5. Memeriksa kesesuaian antara sistem pencatatan persediaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK Audit atas Persediaan
  6. Menilai kewajaran atas persediaan.
  7. Memeriksa ada tidaknya internal control yang cukup baik atas persediaan.
  8. Memeriksa persediaan yang tercantum di neraca betul- betul ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca.
  9. Memeriksa kesesuaian antara metode penilaian persediaan (valuation) dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan.
  10. Memeriksa kesesuaian antara sistem pencatatan persediaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK Audit atas Persediaan.

Audit atas persediaan sering kali merupakan bagian audit yang rumit dan memakan banyak waktu, karena:
  1. Pada umunya persediaan merupakan jenis perkiraan yang besar di dalam neraca, dan sering merupakan unsur terbesar dari keseluruhan modal kerja (working capital account)
  2. Persediaan berada pada lokasi yang berbeda, yang menyulitkan pengendalian secara fisik serta penghitungannya
  3. Keanekaragaman jenis persediaan menyebabkan berbagai kesulitan bagi auditor
  4. Penilaian atas persediaan juga selalu menyulitkan karena adanya faktor keuangan dan kebutuhan untuk mengalokasikan biaya-biaya ke dalam persediaan
  5. Adanya beberapa metode penilaian persediaan yang dapat digunakan, tapi setiap klien tertentu harus menggunakan satu metode secara konsisten dari tahun ke tahun




Bagaimana prosedur audit persediaan untuk perusahaan dagang ?
Prosedur audit persediaan yang disarankan sebagai berikut :
  1. Lakukan Stock Opname.
Stock opname dilakukan terutama untuk persediaan yang berada di gudang perusahaan, Untuk barang consignment out dan barang-barang yang tersimpan di public warehouse jika jumlahnya material harus dilakukan stock opname, jika tidak material, cukup dikirim konfirmasi. Stock opname bisa dilakukan pada akhir tahun atau beberapa waktu sebelum/ sesudah akhir tahun.
  1. Lakukan Observasi atas Stock Opname
Amati kembali hasil perhitungan fisik persediaan (stock Opname) yang dilakukan. Cek Final Inventory List [Inventory Compilation) dan lakukan prosedur pemeriksaan berikut ini:
    • check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian).
    • cocokkan “quantity per book” dengan kartu stok (persediaan).
    • cocokkan “quantity per count dengan “count sheet kita (auditor)
    • cocokkan “total value” dengan buku besar persediaan.
    • Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out.
  1. Adanya sistem otorisasi, baik untuk pembelian, penjualan, penerimaan kas/bank, maupun pengeluaran kas/bank.
  2. Digunakannya anggaran {budget) untuk pembelian, produksi, penjualan, dan penerimaan serta pengeluaran kas.



B.     Penggajian Karyawan
Pemrosesan gaji pada kenyataanya merupakan sistem pembelian kasus khusus. Cek gaji dapat diproses melalui sistem utang usaha dan pengeluaran kas reguler. Karena alasan kepraktisan, pendekatan ini memiliki sejumlah kekurangan, antara lain :
  1. Perusahaan dapat mendesain prosedur pengeluaran umum yang diterapkan untuk semua pemasok. Akan tetapi, prosedur penggajian sangat berbeda antar karyawan. Misalnya, prosedur yang berbeda digunkan untuk karyawan yang dibayar perjam, karyawan tetap, karyawan borongan, dan karyawan komisi. Selain itu proses penggajian memerlukan prosedur akuntansi khusus untuk pemotongan gaji dan pemotongan pajak.
  2. Penulisan cek kepada karyawan memerlukan pengendalian khusus. Penipuan pembayaran gaji lebih mudah ditutupi ketika cek gaji dikombinasikan dengan cek untuk kegiatan dagang.
  3. Prosedur pengeluaran umum didesain untuk memgakomondasi arus transaksi yang relatif lancar. Perusahaan bisnis secara konstan membeli persediaan dan mengeluarkan kas untuk para pemasok. Umumnya, perusahaan mendisain sistem untuk menghadapi kegiatan transaksi ditingkat normal. Kegiatan pengajian tidak bersifat berkelanjutan.
 Diagram Arus Data Untuk Penggajian



Diagram diatas merupakan diagram arus data yang menggambarkan tugas – tugas umum dari sistem penggajian dalam perusahaan manufaktur. Inti dari proses ini adalah sebagai berikut
  1. Otorisasi penggajian dan perincian transaksi dimasukkan ke proses pengajian dari dua sumber yang berbeda yaitu personalia dan produksi.
  2. Proses penggajian merekonsiliasi informasi ini, menghitung gaji, dan mendistribusikan cek pembayaran ke karyawan.
  3. Akuntansi biaya menerima informasi yang berkaitan dengan waktu yang digunakan untuk setiap pekerjaan dari produksi.
  4. Departemen utang usaha menerima informasi rangkuman penggajian dari departemen penggajian dan mengotorisasi departeman pengeluaran kas untuk menyetor satu cek, sejumlah total gaji, dalam akun bank khusus dimana gaji akan di ambil.
  5. Proses buku besar umum merekonsiliasi informasi rangkuman dari bagian akuntansi biaya, utang, dan pengeluaran kas.

ü  Sistem Penggajian Manual
Tugas- tugas utama bagian prosedur diatas dalam konteks sistem manual yaitu :
  1. Personalia
Departemen personalia menyiapkan dan menyerahkan kedepartemen penggajian berbagai formulir kegiatan personalia. Dokumen tersebut mengidentifikasi para karyawan yang di otarisasi untuk menerima cek pembayaran dan digunakan untuk menunjukkan perubahan dalam tingkat gaji perjam, pemotongan, dan klasifikasi pekerjaan.
  1. Produksi
Karyawan produksi menyiapakan dua jenis kartu catatan waktu kerja yaitu kartu kerja dan kartu waktu. Mereka memasukkan kartu tersebut pada saat makan siang dan pada akhir pada waktu jam kerja. Kartu ini merupakan catatan formal untuk kehadiran karyawan setiap hari.
  1. Akuntansi Biaya
Departemen akuntasi biaya menggunakan kartu pekerjaan untuk mengalokasikan biaya tenaga kerja ke akun WIP sebagai tenaga kerja langsung atau overhead. Pembebanan ini dirangkum dalam rangkuman distribusi tenaga kerja dan diterusakan ke departemen buku  besar umum.
  1. Penggajian
Departemen penggajian menerima tarif pembayaran dan data pemotongan gaji dari departemen personalia dan data jam kerja dari departemen produksi. Staff administrasi di departemen ini melakukan pekerjaan sebagai berikut:
a.             Menyiapakan daftar gaji yang menunjukkan pembayaran bruto, pemotongan, pembayaran lembur dan pembayaran bersih.
b.            Memasukkan informasi di atas ke catatan pengajian karyawan.
c.             Menyiapkan cek gaji untuk karyawan
d.            Mengirim cek gaji kepengeluaran kas dan salinan daftar gaji ke utang
e.             Menyimpan kartu waktu, formulir kegiatan personalia dan salinan daftar gaji.
  1. Departemen Utang
Staf administarasi utang usaha memeriksa kebenaran daftar gaji dan menyiapan dua salinan tanda terima pengeluaran kas sejumlah gaji tersebut. Satu salinan, bersama dengan daftar gaji, dikirim kepengeluaran kas.  Salinan lainnya dikirim kedepartemen buku besar umum.
  1. Pengeluaran Kas
Menejer dibagian pengeluaran kas menerima cek – cek penggajian, memeriksannya dan kemudian menandatanganinnya lalu mengirimnya kepusat pembayaran untuk didistribusikan kepada para pegawai.

·         Pengendalian Penggajian
  1. Otorisasi Transaksi
Dokumen ini penting untuk mencegah penipuan penggajian dengan mengidentifikasi karyawan yang diotorisasi. Bentuk penipuan yang umum dilakukan adalah menyerahkan kartu waktu karyawan yang tidak lagi bekerja diperusahaan.
  1. Pemisahan Tugas
Departemen personalian menberikan informasi tarif pembayaran kebagian pembayaran untuk karyawan yang dibayar peram. Kisaran tarif pembayaran dapat didasarkan pada pengalama, klasifikasi pekerjaan, senioritas dan kelebihan lainnya. Jika informasi ini disediakan langsung oleh departemen produksi, karyawan dapat megubah informasi dan melakukan penipuan.
  1. Supervisi
Wilayah lain yang berresiko adalah penjagaan waktu kadang – kadang karyawan memasukkan kartu untuk karyawan lain yang terlmbat atau absen. Supervisor harus mengamati proses ini dan merekonsiliasikan kartu waktu dengan kehadiran aktual.
  1. Catatan Akuntansi
Jejak audit untuk penggajian meliputi dokumen – dokumen berikut:
a.       Kartu waktu, kartu pekerjaan, dan bukti kas keluar
b.      Informasi jurnal, yang berasal dari rangkuman distribusi tenaga kerja dan daftar tenaga gaji.
c.       Akun buku besar pembantu, yang berisi catatan karyawan dan berbagai akun pengeluaran.
d.      Akun buku besar umum berisi pengendalian penggajian, kas dan akun dana gaji.
  1. Pengendalian Akses
Aktiva yang berkaitan dengan sistem penggajian adalah tenaga kerja dan kas. Keduanya dapat disalahgunakan melalui akses yang tidak benar kecatatan akuntansi. Individu yang tidak jujur dapat memalsukan jumlah tenaga kerja melalui kartu waktu sehingga dapat menggelapkan uang kas.
  1. Verifikasi Independen
Berikut ini adalah contoh-contoh pengendalian verifikasi independen dalam sistem penggajian :
a.       verifikasi jam kerja
b.      pengurus pembayaran
c.       utang usaha
d.      buku besar umum
ü  Sistem Penggajian Berbasis Komputer
  1. Otomatisasi Sistem Penggajian Menggunakan Pemrosesan Batch
Karena sistem penggajian tidak sering dilakukan ( mingguan dan bulanan ), sistem ini sering kali tidak cocok dengan pemrosesan Batch dan file berurutan. Departemen pemrosesan data menerima formulir kegiatan personalia, kartu pekerjaan, kartu waktu, yang dikonversi ke file digital. Program komputer batch melakukan pencatatan dengan terperinci, penulisan cek dan fungsi buku besar umum.
  1. Merekayasa Ulang Sistem Penggajian
Pemrosesan gai sering kali disatukan dalam sistem manajemen sumber daya manusia (MSDM) . Sistem MSDM menangkap dan memproses sejumlah besar data yang berkaitan dengan personalia, termasuk tunjangan karyawan, perencanaan tenaga kerja, realisasi tenaga kerja, keterampilan tenaga kerja, kegiatan personalia dan juga gaji. Sistem MSDM harus menyediakan akses real-time ke file personalia untuk tujuan mencari keterangan secara langsung dan untuk perubahan catatan dalam status karyawan pada saat terjadi. Sistem ini berbeda dari sistem otomatisasi sederhana dalam hal-hal berikut :
a.       Departemen operasi mengirim transaksi ke pemrosesan data melalui terminal
b.      File akses langsung digunakan untuk penyimpanan data
Banyak proses sekarang dilakukan secara real-time.



 Itulah sedikit ulasan tentang makalah tersebut.
untuk lebih jelasnya bisa kalian download dengan format DOC.DISINI!!

Trimakasih wasalamualaikum Wr.Wb.